Puisi Lina (1)

TERLALU

Empat  Rabu berlalu
Kembali ku terpaku
di  sudut ruang segi lima tak beraturan itu
Empat Rabu selalu
Tak juga  ada kamu kamu

Terrrrrlalu!!

AKANKAH

Bulan,
Selalu nampak indah dari kejauhan
Akankah indah saat dalam pelukan?

Bintang,
Cahayamu berkelip laksana intan
Akankah terus berkelip saat fajar menggantikan?

ANDAI

Dingin ini,
menuntunku sembunyi dalam hangat mimpimu
Lelah ini,
melemparku tenggelam dalam pelukmu
Kantuk ini,
menjerumuskanku dalam dunia tidurmu

~ oleh Lina Rahma pada Februari 4, 2013.

13 Tanggapan to “Puisi Lina (1)”

  1. waduh, waduh… romantis tenan lho Bu…

  2. Ungkapan perasaan yang terdalam ya Bu. Saya senang dengan “Akankah”. Ternyata yang dilihat tak selalu seirama dengan yang dirasa.

  3. Terhanyut aku lho, Bu…

  4. Blog yang menarik🙂 Mari teruskan berbagi ide kreatif lewat blog-blog menarik. Kunjungi juga http://malumaluin.wordpress.com/ Salam malu-maluin!

  5. Assalamu’alaikum…

    Puisi yang sangat menarik, penuh penghayatan dari jiwa yang dalam. Ditunggu karya-karya selanjutnya lho Bu…

  6. Assalamu’alaikum
    Bu… mana puisi yang lain?
    jangan lama-lama
    Terlalu..!

  7. Iya tuh, jangan lama-lama nggak nulis. Apa nggak tahu kalau yang nunggu-nunggu tulisan Bu Lina itu sudah pada antri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: